Selasa, 22 Desember 2015

Cerita Lucu:Nenek Minta Dibelikan Pembalut

Cerita Lucu:Nenek Minta Dibelikan Pembalut

Nenek berusia 80 th. mendadak memanggil cucunya yang baru duduk di kelas 5 SD.Si nenek menyuruh cucunya itu untuk membelikannya suatu pembalut. 

Nenek: Cuu..,beliin nenek pembalut,Cuu!!
Cucu:Hahh,buat apa Nek?
Nenek:Telah gak usah cerewet!!Pergi Sana!!
Cucu:Baiklah Nek.
Sesudah diambilkan pembalut.Benda itu di buka lantas ditempelkan di kening nenek.
Cucu:Loh Nek,Kok pembalut di taruh di kening??!
Nenek:Iyaa,cu.Buat ngilangin kerutan.
Cucu:Hahh,memang dapat?
Nenek:Anti Kerut,Anti Bocor,Carm Body Fit.
Cucu:**Tepuk Jidat?
Cerita Lucu:Keliru Antar Pesanan

Cerita Lucu:Keliru Antar Pesanan

Dalam situasi lapar, Ujang masuk ke suatu rumah makan. Ia pesan ayam goreng. Selang beberapa saat suatu ayam goreng utuh tersaji. Barusan Ujang akan memegangnya, seseorang pelayan datang tergopoh-gopoh. 

"Maaf mas,kami salah menghidangkan. Ayam goreng itu pesanan ayah pelanggan yang di sana",kata pelayan sembari menunjuk seseorang pria berbadan kekar serta wajahnya preman.
Walau demikian lantaran telah terlanjur lapar, Ujang ngotot bahwa ayam goreng ini yaitu haknya.
Pria bertampang preman ini selekasnya hampiri meja Ujang serta menggertaknya.
"AWAS bila anda berani menyentuh ayam ini...!!! Apa pun yang anda kerjakan pada ayam goreng ini, bakal saya kerjakan kepadamu. Anda potong kaki ayam ini, saya potong kakimu. Anda putus lehernya, saya putus lehermu..!!! "
Mendengar ancaman seperti ini, Ujang cuma tersenyum sinis sambil ngomong dia berkata,"ok..! nggak takut?"
Lantas Ujang selekasnya mengangkat ayam goreng ini serta menjilat pantatnya...
Hahahaha...
Cerita Lucu:Jangan Panggil Aku Bapak

Cerita Lucu:Jangan Panggil Aku Bapak

Lantaran telah jengkel tiap-tiap ulangan senantiasa memperoleh nilai yang buruk.Seseorang bapak memberi ultimatum pada anaknya yang bernama Udin yang masih tetap duduk di Kelas 3 SD. 

Bapak :"Udin, jika kelak nilai ulangan Kamu hancur lagi, janganlah panggil saya bapak..!!!"
Udin :"OK, yah!!"
Esok Harinya..,
Bapak :"Dapet nilai berapakah kamu?? "
Udin :"Hancurr Broooo...!!! "
Cerita Lucu:Olih Koplak

Cerita Lucu:Olih Koplak

Olih yang telah 20 th. menjomblo pada akhirnya memperoleh seseorang pacar bernama Jamilah. Karena sangat sayangnya sama pacarnya itu, Olih kerapkali kirim SMS-SMS romantis buat Jamilah. 

Olih koplak serta Jamilah pacarnya,lagi SMS an :
Olih Koplak:sayangku,
Klo situ lagi tersenyum kirimi saya senyumanmu.Klo situ lagi bobo,kirimi saya mimpimu.
Klo situ lagi nangis,kirimi saya air matamu.Saya cinta padamu
Jamilah membalas SMS itu:Saya lagi di Toilet nih,situ ingin dikirimin apa …???

Rabu, 16 Desember 2015

Dongeng Timun Mas

Dongeng Timun Mas

Narasi Rakyat Jawa Tengah 

Pada zaman dulu, hiduplah sepasang suami istri petani. Mereka tinggal di suatu desa di dekat rimba. Mereka hidup bahagia. Sayangnya mereka belum saja dikaruniai seseorang anak juga. 

Sehari-hari mereka berdoa pada Yang Maha Kuasa. Mereka berdoa supaya selekasnya di beri seseorang anak. Satu hari seseorang raksasa melalui rumah mereka. Raksasa itu mendengar doa suami istri itu. Raksasa itu lalu berikan mereka biji mentimun. 

“Tanamlah biji ini. Kelak kau bakal memperoleh seseorang anak wanita, ” kata Raksasa. “Terima kasih, Raksasa, ” kata suami istri itu. “Tapi ada prasyaratnya. Pada umur 17 th. anak itu mesti kalian serahkan padaku, ” sahut Raksasa. Suami istri itu sangatlah merindukan seseorang anak. Karenanya tanpa ada memikirkan panjang mereka sepakat. 

Suami istri petani itu lalu menanam biji-biji mentimun itu. Sehari-hari mereka menjaga tanaman yang mulai berkembang itu dengan sebaik-baiknya. Berbulan-bulan lalu tumbuhlah suatu mentimun berwarna keemasan. 

Buah mentimun itu makin lama makin besar serta berat. Saat buah itu masak, mereka memetiknya. Dengan hati-hati mereka memotong buah itu. Begitu terkejutnya mereka, didalam buah itu mereka temukan bayi wanita yang sangatlah cantik. Suami istri itu sangatlah bahagia. Mereka berikan nama bayi itu Timun Mas. 

Th. untuk th. berlalu. Timun Mas tumbuh jadi gadis yang cantik. Ke-2 orang tuanya sangatlah bangga padanya. Namun mereka jadi sangatlah takut. Lantaran pada lagi th. Timun Mas yang ke-17, sang raksasa datang kembali. Raksasa itu menangih janji untuk mengambil Timun Mas. 

Petani itu coba tenang. “Tunggulah sebentar. Timun Mas tengah bermain. Istriku bakal memanggilnya, ” tuturnya. Petani itu selekasnya menjumpai anaknya. “Anakkku, ambil ini, ” tuturnya sembari menyerahkan suatu kantung kain. “Ini bakal menolongmu melawan Raksasa. Saat ini larilah secepat-cepatnya, ” tuturnya. Jadi Timun Mas juga selekasnya melarikan diri. 

Suami istri itu sedih atas kepergian Timun Mas. Namun mereka tak ikhlas bila anaknya jadi santapan Raksasa. Raksasa menanti cukup lama. Ia jadi tidak sabar. Ia paham, sudah dibohongi suami istri itu. Lantas ia juga menghancurkan pondok petani itu. Lantas ia menguber Timun Mas ke rimba. 

Raksasa selekasnya lari menguber Timun Mas. Raksasa makin dekat. Timun Mas selekasnya mengambil segenggam garam dari kantung kainnya. Lantas garam itu ditaburkan ke arah Raksasa. Mendadak suatu laut yang luas juga terhampar. Raksasa sangat terpaksa berenang dengan sulit payah. 

Timun Mas lari lagi. Namun lalu Raksasa nyaris sukses menyusulnya. Timun Mas kembali mengambil benda ajaib dari kantungnya. Ia mengambil segenggam cabai. Cabai itu dilemparnya ke arah raksasa. Saat itu juga pohon dengan ranting serta duri yang tajam memerangkap Raksasa. Raksasa berteriak kesakitan. Sesaat Timun Mas lari menyelamatkan diri. 

Namun Raksasa sungguh kuat. Ia lagi-lagi nyaris menangkap Timun Mas. Jadi Timun Mas juga keluarkan benda ajaib ketiga. Ia menyebarkan biji-biji mentimun ajaib. Saat itu juga tumbuhlah kebun mentimun yang sangatlah luas. Raksasa sangatlah letih serta kelaparan. Ia juga makan mentimun-mentimun yang fresh itu dengan lahap. Lantaran terlampau banyak makan, Raksasa tertidur. 

Timun Mas kembali melarikan diri. Ia lari sekuat tenaga. Namun lama kelamaan tenaganya habis. Lebih celaka lagi lantaran Raksasa terbangun dari tidurnya. Raksasa lagi-lagi nyaris menangkapnya. Timun Mas sangatlah ketakutan. Ia juga melemparkan senjatanya yang paling akhir, segenggam terasi udang. Lagi-lagi berlangsung keajaiban. Suatu danau lumpur yang luas terhampar. Raksasa terjerembab ke dalamnya. Tangannya nyaris meraih Timun Mas. Namun danau lumpur itu menariknya ke basic. Raksasa cemas. Ia tidak dapat bernapas, lantas terbenam. 

Timun Mas lega. Ia sudah selamat. Timun Mas juga kembali pada rumah orang tuanya. Bapak serta Ibu Timun Mas suka sekali lihat Timun Mas selamat. Mereka menyambutnya. “Terima Kasih, Tuhan. Kau sudah menyelamatkan anakku, ” kata mereka senang. 

Mulai sejak waktu itu Timun Mas bisa hidup tenang berbarengan orang tuanya. Mereka bisa hidup bahagia tanpa ada ketakutan lagi.Dongeng Timun Mas
Cerita Sipitung

Cerita Sipitung

Pitung yaitu satu diantara pendekar orang asli Indonesia datang dari daerah betawi yang datang dari kampung Rawabelong Jakarta Barat. Pitung dididik oleh ke-2 orang tuanya mengharapkan jadi orang saleh patuh agama. Ayahnya Bang Piun serta Ibunya Mpok Pinah menitipkan Si Pitung untuk belajar mengaji serta pelajari bhs Arab pada Haji Naipin. 
Sesudah dewasa Si Pitung lakukan gerakan berbarengan rekan-temannya lantaran ia tak tega lihat rakyat-rakyat yang miskin. Karenanya ia bergerilya untuk merampas serta merampok harta-harta orang-orang yang hasil rampasannya ini diberikan pada rakyat miskin yang memerlukannya. 
Diluar itu Pitung sukai membela kebenaran di mana bila bersua dengan beberapa perampas untuk kebutuhannya sendiri jadi sama Si Pitung bakal dilawan serta dari seluruhnya lawannya Pitung senantiasa unggul. 
Gerakan Pitung makin meluar serta pada akhirnya kompeni Belanda yang waktu itu memegang kekuasan di negeri Indonesia bertindak pada Si Pitung. Pemimpin polisi Belanda mengerahkan pasukannya untuk menangkap Si Pitung, tetapi berulang-kali serangan itu tak membuahkan apa-apa. Pitung senantiasa lolos serta tak gampang untuk di tangkap oleh pasukan Belanda. Ditambah-tambah Si Pitung memiliki pengetahuan kebal pada senjata tajam serta sejata api. 
Kompeni Belanda juga tak kehilangan akal, pemimpin pasukan Belanda mencari guru Si Pitung yakni Haji Naipin. Disandera serta ditodongkan sejata ke arah Haji Naipin supaya memberi langkah melemahkan kesaktian Si Pitung, pada akhirnya Haji Naipin menyerah serta memberi tahu kekurangan-kelemahan Si Pitung. 
Disuatu waktu, Belanda tahu kehadiran Si Pitung serta segera menyergap serta menyerang dengan cara mendadak. Pitung mengadakan perlawan, serta pada akhirnya Si Pitung tewas lantaran kompeni Belanda sudah tahu kekurangan Si Pitung dari gurunya Haji Naipin.

Cerita Sipitung
SANGKURIANG

SANGKURIANG

Narasi Rakyat Jawa Barat 

Pada masa dulu, di Jawa Barat hiduplah seseorang putri raja yang bernama Dayang Sumbi. Ia memiliki seseorang anak laki-laki yang bernama Sangkuriang. Anak itu sangatlah suka berburu didalam rimba. Tiap-tiap berburu, dia senantiasa ditemani oleh seekor anjing kesayangannya yang bernama Tumang. Tumang sesungguhnya yaitu titisan dewa, serta ayah kandung Sangkuriang, namun Sangkuriang tidak paham hal semacam itu serta ibunya memanglah berniat merahasiakannya. 

Disuatu hari, seperti umumnya Sangkuriang pergi ke rimba untuk berburu. Sesudah sesampainya di rimba, Sangkuriang mulai mencari buruan. Dia lihat ada seekor burung yang tengah bertengger di dahan, lantas tanpa ada memikirkan panjang Sangkuriang segera menembaknya, serta pas tentang tujuan. Sangkuriang lantas memerintah Tumang untuk menguber buruannya tadi, namun si Tumang diam saja serta tidak ingin ikuti perintah Sangkuriang. Lantaran sangatlah kesal pada Tumang, jadi Sangkuriang lantas mengusir Tumang serta tak diperbolehkan pulang ke rumah bersamanya lagi. 

Sesampainya dirumah, Sangkuriang menceritakan peristiwa itu pada ibunya. Demikian mendengar narasi dari anaknya, Dayang Sumbi sangatlah geram. Diambilnya sendok nasi, serta dipukulkan ke kepala Sangkuriang. Lantaran terasa kecewa dengan perlakuan ibunya, jadi Sangkuriang mengambil keputusan untuk pergi mengembara, serta meninggalkan tempat tinggalnya. 

Sesudah peristiwa itu, Dayang Sumbi sangatlah menyesali tindakannya. Ia berdoa sehari-hari, serta meminta supaya satu hari bisa bersua dengan anaknya kembali. Lantaran kesungguhan dari doa Dayang Sumbi itu, jadi Dewa memberikannya suatu hadiah berbentuk kecantikan kekal serta umur muda selama-lamanya. 

Sesudah bertahun-tahun lamanya Sangkuriang mengembara, pada akhirnya ia punya niat untuk pulang ke kampung halamannya. Sesampainya disana, dia sangatlah terperanjat sekali, lantaran kampung halamannya telah beralih keseluruhan. Rasa suka Sangkuriang itu jadi tambah saat waktu di dalam jalan bersua dengan seseorang wanita yang sangatlah cantik jelita, yg tidak lain yaitu Dayang Sumbi. Lantaran kagum dengan kecantikan wanita itu, jadi Sangkuriang segera melamarnya. Pada akhirnya lamaran Sangkuriang di terima oleh Dayang Sumbi, serta setuju bakal menikah di saat dekat. Disuatu hari, Sangkuriang meminta ijin calon istrinya untuk berburu di hatan. Saat sebelum pergi, ia meminta Dayang Sumbi untuk mengencangkan serta membereskan ikat kapalanya. Alangkah terkejutnya Dayang Sumbi, lantaran ketika dia membereskan ikat kepala Sangkuriang, Ia lihat ada sisa luka. Sisa luka itu serupa dengan sisa luka anaknya. Sesudah ajukan pertanyaan pada Sangkuriang perihal pemicu lukanya itu, Dayang Sumbi jadi tambah tekejut, lantaran nyatanya benar bahwa calon suaminya itu yaitu anaknya sendiri. 

Dayang Sumbi sangatlah bingung sekali, lantaran dia mustahil menikah dengan anaknya sendiri. Sesudah Sangkuriang pulang berburu, Dayang Sumbi coba bicara pada Sangkuriang, agar Sangkuriang membatalkan gagasan pernikahan mereka. Keinginan Dayang Sumbi itu tak di setujui Sangkuriang, serta cuma dikira angin lantas saja. 

Sehari-hari Dayang Sumbi memikirkan bagaimana caranya supaya pernikahan mereka tak pernah berlangsung. Sesudah memutar otak, pada akhirnya Dayang Sumbi temukan langkah paling baik. Dia ajukan dua buah prasyarat pada Sangkuriang. Jika Sangkuriang bisa penuhi ke-2 prasyarat itu, jadi Dayang Sumbi ingin jadikan istri, namun demikian sebaliknya bila tidak berhasil jadi pernikahan itu bakal dibatalkan. Prasyarat yang pertama Dayang Sumbi mau agar sungai Citarum dibendung. Serta yang ke-2 yaitu, meminta Sangkuriang untuk bikin sampan yang sangatlah besar untuk menyeberang sungai. Ke-2 prasyarat itu mesti diselesai saat sebelum fajar menyingsing. 

Sangkuriang menyanggupi ke-2 keinginan Dayang Sumbi itu, serta berjanji bakal merampungkannya saat sebelum fajar menyingsing. Dengan kesaktian yang dipunyainya, Sangkuriang lantas mengerahkan rekan-temannya dari bangsa jin untuk menolong merampungkan tugasnya itu. Diam-diam, Dayang Sumbi mengintip hasil kerja dari Sangkuriang. Begitu terkejutnya dia, lantaran Sangkuriang nyaris menyelesaiklan seluruhnya prasyarat yang didapatkan Dayang Sumbi saat sebelum fajar. 

Dayang Sumbi lantas meminta pertolongan orang-orang seputar untuk mengadakan kain sutera berwarna merah di samping timur kota. Saat lihat warna memerah di timur kota, Sangkuriang menduga bila hari telah mendekati pagi. Sangkuriang segera hentikan pekerjaannya serta terasa tidak bisa penuhi prasyarat yang sudah diserahkan oleh Dayang Sumbi. 

Dengan rasa kesal serta kecewa, Sangkuriang lantas menjebol bendungan yang sudah dibuatnya sendiri. Lantaran jebolnya bendungan itu, jadi terjadi banjir serta semua kota terendam air. Sangkuriang juga menendang sampan besar yang sudah dibuatnya. Sampan itu melayang serta jatuh tertelungkup, lantas jadi suatu gunung yang bernama Tangkuban Perahu.
Cerita Roro Jonggrang

Cerita Roro Jonggrang

Alkisah pada zaman jaman dulu, berdiri suatu kerajaan yang sangatlah besar yang bernama Prambanan. Rakyat Prambanan sangatlah damai serta makmur dibawah kepemimpinan raja yang bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di lokasi seputar Prambanan juga sangatlah tunduk serta menghormati kepemimpinan Prabu Baka. 

Disamping itu di lain tempat, ada satu kerajaan yang tidak kalah besarnya dengan kerajaan Prambanan, yaitu kerajaan Pengging. Kerajaan itu populer sangatlah arogan serta mau senantiasa memperluas lokasi kekuasaanya. Kerajaan Pengging memiliki seseorang ksatria sakti yang bernama Bondowoso. Dia memiliki senjata sakti yang bernama Bandung, hingga Bondowoso populer dengan sebutan Bandung Bondowoso. Terkecuali memiliki senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga memiliki bala tentara berbentuk Jin. Bala tentara itu yang dipakai Bandung Bondowoso untuk membantunya untuk menyerang kerajaan lain serta penuhi semua hasratnya. 

Sampai Satu saat, Raja Pengging yang arogan memanggil Bandung Bondowoso. Raja Pengging itu lalu memerintahkan Bandung Bondowoso untuk menyerang Kerajaan Prambanan. Esok harinya Bandung Bondowoso memanggil balatentaranya yang berbentuk Jin untuk berkumpul, serta segera pergi ke Kerajaan Prambanan. 

Setibanya di Prambanan, mereka segera menyerbu masuk ke istana Prambanan. Prabu Baka serta pasukannya kalang kabut, lantaran mereka kurang persiapan. Pada akhirnya Bandung Bondowoso sukses menempati Kerajaan Prambanan, serta Prabu Baka tewas lantaran terserang senjata Bandung Bondowoso. 

Kemenangan Bandung Bondowoso serta pasukannya disambut senang oleh Raja Pengging. Lalu Raja Pengging juga mengamanatkan Bandung Bondowoso untuk tempati Istana Prambanan serta mengatur semua berisi, termasuk juga keluarga Prabu Baka. 

Ketika Bandung Bondowoso tinggal di Istana Kerajaan Prambanan, dia lihat seseorang wanita yang sangatlah cantik jelita. Wanita itu yaitu Roro Jonggrang, putri dari Prabu Baka. Waktu lihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mulai jatuh hati. Dengan tanpa ada memikirkan panjang lagi, Bandung Bondowoso segera memanggil serta melamar Roro Jonggrang. 

“Wahai Roro Jonggrang, bersediakah kalau dikau jadi permaisuriku? ”, Bertanya Bandung Bondowoso pada Roro Jonggrang. 

Mendengar pertanyaan dari Bandung Bondowoso itu, Roro Jonggrang cuma terdiam serta terlihat bingung. Sesungguhnya dia sangatlah membenci Bandung Bondowoso, lantaran sudah membunuh ayahnya yang sangatlah dicintainya. Namun di segi lain, Roro Jonggrang terasa takut menampik lamaran Bandung Bondowoso. Pada akhirnya sesudah berpikir sesaat, Roro Jonggrang juga temukan satu langkah agar Bandung Bondowoso tak jadi menikahinya. 

“Baiklah, saya terima lamaranmu. Namun sesudah anda penuhi satu prasyarat dariku”, jawab Roro Jonggrang. 

“Apakah prasyaratmu itu Roro Jonggrang? ”, Bertanya Bandung Bandawasa. 

“Buatkan saya seribu candi serta dua buah sumur kurun waktu satu malam”, Jawab Roro Jonggrang. 

Mendengar prasyarat yang diserahkan Roro Jonggrang itu, Bandung Bondowoso juga segera menyepakatinya. Dia terasa bahwa itu yaitu prasyarat yang sangatlah gampang baginya, lantaran Bandung Bondowoso memiliki balatentara Jin yang sangatlah banyak. 

Saat malam harinya, Bandung Bandawasa mulai menghimpun balatentaranya. Kurun waktu dalam waktu relatif cepat, balatentara yang berbentuk Jin itu datang. Sesudah mendengar perintah dari Bandung Bondowoso, beberapa balatentara itu segera bangun candi serta sumur dengan amat cepat. 

Roro Jonggrang yang melihat pembangunan candi mulai gelisah serta ketakutan, lantaran dalam dua per tiga malam, tinggal tiga buah candi serta suatu sumur saja yang belum mereka kerjakan. 

Roro Jonggrang lalu memutar otak, mencari langkah agar Bandung Bondowoso tidak bisa penuhi kriterianya. 

Sesudah memutar otak, Roro Jonggrang pada akhirnya temukan jalan keluar. Dia bakal bikin situasi jadi seperti pagi, hingga beberapa Jin itu hentikan pembuatan candi. 

Roro Jonggrang selekasnya memanggil seluruhnya dayang-dayang yang ada di istana. Dayang-dayang itu di beri pekerjaan Roro Jonggrang untuk membakar jerami, membunyikan lesung, dan menaburkan bunga yang berbau semerbak mewangi. 

Mendengar perintah dari Roro Jonggrang, dayang-dayang selekasnya membakar jerami. Selang beberapa saat langit terlihat kemerah merahan, serta lesung juga mulai dibunyikan. Bau harum bunga yang disebar mulai tercium, serta ayam juga mulai berkokok. 

Lihat langit memerah, bunyi lesung, serta bau harumnya bunga itu, jadi balatentara Bandung Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya. Mereka pikir hari telah mulai pagi, serta mereka juga mesti pergi. 

Lihat Balatentaranya pergi, Bandung Bondowoso berteriak : “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah untuk merampungkan pembangunan candi ini!!! ” 

Beberapa Jin itu terus pergi, serta tak menghiraukan teriakan Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso juga terasa sangatlah jengkel, serta pada akhirnya merampungkan pembangunan candi yang tersisa. Tetapi sungguh sial, belum usai pembangunan candi itu, pagi telah datang. Bandung Bondowoso juga tidak berhasil penuhi prasyarat dari Roro Jonggrang. 

Tahu kegagalan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang lantas hampiri Bandung Bondowoso. “Kamu tidak berhasil penuhi prasyarat dariku, Bandung Bondowoso”, kata Roro Jonggrang. 

Mendengar kata Roro Jonggrang itu, Bandung Bondowoso sangatlah geram. Dengan suara sangatlah keras, Bandung Bondowoso berkata : “Kau curang Roro Jonggrang. Sesungguhnya engkaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi ini. Oleh karenanya, Engkau saya kutuk jadi arca yang ada didalam candi yang keseribu! ” 

Karena kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang beralih jadi arca/patung. Bentuk arca itu sampai saat ini bisa disaksikan didalam kompleks candi Prambanan, serta nama candi itu di kenal dengan nama candi Roro Jonggrang. Sesaat candi-candi yang ada di sekelilingnya dimaksud dengan Candi Sewu atau Candi Seribu.
Narasi Rakyat Si pahit lidah serta si empat mata

Narasi Rakyat Si pahit lidah serta si empat mata

yaitu narasi rakyat yang datang dari Lampung serta adalah satu diantara narasi rakyat Indonesia yang popular di kelompok orang-orang Lampung. Narasi ini menceritakan perihal dua orang yang sombong lantaran mempunyai keunggulan dari orang lain. Pengajaran yang dapat di petik dari narasi ini yaitu janganlah jadi orang yang sombong meskipun mempunyai keunggulan dari orang lain. Tersebut marilah kita simak berbarengan narasi rakyat dari Lampung yang berjudul Si Pahit Lidah serta Si Empat Mata 

Serunting yaitu orang yang sakti mandraguna. Dia datang dari Majapahit yang lalu diusir dari istana lantas berkelana ke Sumatera. Adik ipar Serunting yang bernama Arya Tebing terasa iri dengan kesaktian Serunting. Dia lantas memujuk kakaknya untuk memberi tahu dimana letak kekurangan Serunting. Lantaran rasa sayang pada adiknya pada akhirnya istri Serunting berikan th. letak kekurangan Serunting. 
Sesudah tahu Arya Tebing mengajak Serunting untuk adu kemampuan. Mereka juga berkelahi, saat itu Arya Tebing menusuk Serunting ditempat kekurangannya. Serunting terluka kronis serta lalu mengasingkan diri di Gunung Siguntang. Dalam pengasingannya Serunting menyembuhkan lukanya serta tak bosan berdoa pada Tuhan supaya kembalikan kesaktiannya. Lantaran ketekunan Serunting pada akhirnya dia di beri keunggulan bahwa apa pun yang disampaikannya jadi fakta. 
Disuatu hari Serunting tengah berjalan-jalan di suatu kampung. Orang-orang kampung itu tengah menanam padi. Hamparan sawah yang menguning sangatlah indah dilihat mata. Tetapi Serunting jadi menyampaikan bahwa itu bukanlah sawah tetapi hamparan batu. Saat itu mendadak saja perkataan Serunting jadi fakta. Lihat hal semacam itu warga menjuluki Serunting dengan julukan Si Pahit Lidah. Orang-orang tak ada yang berani melawan Si Pahit Lidah lantaran mereka takut terserang kutukannya. Si Pahit Lidah jadi sombong serta kasar hingga warga tak suka pada dianya. 
Kesaktian Si Pahit Lidah terdengar oleh Si Empat Mata seseorang yang juga mempunyai kesaktian dari negeri India. Si Empat Mata terasa tersaingi kesaktiannya serta punya maksud untuk menantang Si Pahit Lidah. Lalu dia berlayar menuju Sumatera untuk menjumpai Si Pahit Lidah. Saat bersua Si Empat Mata menantang Si Pahit Lidah untuk berkelahi. Berhari-hari mereka berkelahi serta keluarkan semua kesaktiannya tetapi tak ada yang menang atau kalah. 

Saat tersebut seseorang tetua kampung ajukan kompetisi
ke-2 orang itu. Meraka mesti mengonsumsi buah aren yang ada. Si Pahit Lidah memperoleh giliran pertama untuk mengonsumsi buah itu. Dengan sombong Si Pahit Lidah mengonsumsi buah aren itu sembari berpikir lantaran mustahil dia bakal mati dengan buah sekecil itu. Tetapi apa yang berlangsung Si Pahit Lidah menggelepar lantas mati. Lihat Si Pahit Lidah mati Si Empat Mata terasa suka lantaran saat ini dialah orang yang paling sakti di negeri itu. Tetapi, Si Empat Mata terasa aneh lantaran Si Pahit Lidah dapat mati cuma dengan sebiji buah aren. Si Empat Mata lantas menimang-nimang buah aren bekas Si Pahit Lidah, dia mengonsumsi buah aren itu serta selang beberapa saat Si Empat Mata menggelepar lantas mati. Pada akhirnya mereka berdua mati dengan kesombongan sendiri lantas keduanya di makamkan di Danau Ranau. 
Narasi Rakyat Si Pahit Lidah serta Si Empat Mata menceritakan perihal kesombongan bakal menyebabkan celaka pada diri sendiri. Seluruhnya kemampuan tiadalah bermanfaat bila diiringi dengan kesombongan.
Narasi Rakyat Pendek Kenya

Narasi Rakyat Pendek Kenya

 Satu hari, ulat bulu merayap masuk ke lubang sarang kelinci yang tengah pergi. Waktu kelinci pulang ke sarangnya, ia kaget lihat jejak panjang mengarah ke sarangnya. 

 " Siapa didalam sarangku? " teriak kelinci. 

 " Ini saya. Saya yang dapat menjatuhkan badak serta menghancurkan gajah, " kata ulat bulu yang suaranya jadi besar lantaran bergema didalam sarang kelinci. 

Kelinci kaget mendengar jawaban itu. " Bila ia dapat menjatuhkan badak serta menghancurkan gajah, saya pasti dengan gampang dibunuhnya, " pikir kelinci. 

Ia pergi serta kembali sembari mengajak serigala. " Siapa itu didalam sarang kelinci? " bertanya serigala. 

 " Ini saya. Saya yang dapat menjatuhkan badak serta menghancurkan gajah, " kata ulat bulu. Serigala juga ketakutan seperti kelinci. 

Lantas, kelinci mengajak badak. " Siapa itu didalam sarang kelinci? " bertanya badak. 

 " Ini saya. Saya yang dapat menjatuhkan badak serta menghancurkan gajah, " kata ulat bulu. Badak ketakutan mendengar jawaban itu. 

Lama-lama, seluruhnya binatang berkumpul di depan sarang kelinci. Mereka seluruhnya ketakutan. Lantas katak maju ke depan serta ajukan pertanyaan, " Siapa itu didalam sarang kelinci? " 

 " Ini saya. Saya yang dapat menjatuhkan badak serta menghancurkan gajah, " kata ulat bulu. 

 " Sedang, saya yaitu binatang yang terkuat di rimba. Saya dapat dengan gampang menaklukkan makhluk yang dapat menjatuhkan badak serta menghancurkan gajah, " balas katak. 

Ulat bulu ketakutan serta menjawab, " Saya cuma seekor ulat bulu kok, hehehe. " Ulat bulu juga keluar dari sarang kelinci sembari tersipu malu. 

Seluruhnya binatang di situ jengkel sekalian geli lihat tingkah ulat bulu. Tak ada yang menganggap bahwa yang didalam sarang kelinci yaitu ulat bulu. Karena, suaranya jadi besar lantaran bergema didalam lubang